muhasabah part2

Assalamualaikum Wr.Wb.

Sahabat, teman – teman, dan rekan – rekan yang budiman

Ketika ada seseorang meminta suatu hal dari orang lain, tetapi ketika apa yang dimintanya itu di berikan ia justru menolaknya. Maka sebutan apakah yang cocok untuk orang seperti itu?

Ketika hal tersebut Berulang2 seperti itu, tetapi saat itu juga ia tetap menolaknya dan selalu menolaknya

Apakah ia itu Gila atau stress atau bisa disebut sebagai pmbohong, atau bahkan orang yang bermain2? Karena Sesunguhnya sahabat, sebutan apa saja yang dekat dengan orang seperti itu adalah sangat mungkin sekali.

Sahabat yang budiman, lebih dari Jutaan kaum muslimin di dunia mengerjakan shalat dan membaca salah satu surat yang mana bila surat ini tidak dibaca, maka tidak sah lah shalatnya. ialah surat Al-Fatihah. Dan mereka (orang – orang muslim) membaca surat ini sebanyak 17 kali dalam satu hari. Hal ini bila dihitung di luar shalat sunnah rawatib yang ketika dikerjakan menambah jumlah dibacanya.

Satu kalimat yang selalu diucapkan ialah “iyyaka na’budu wa iyyaka nas’tain” (QS Al-Fatihah :5) yang artinya “hanya kepada engkaulah ya ALLAH kami menyembah dan hanya kepada engkaulah ya ALLAH kami mohon pertolongan.” Ya….. suatu kalimat yang sering tidak kita sadari tapi menyimpan arti yang sangat besar. Mengapa demikian? Karena pada kenyataannya banyak yang tidak mengucapkan seperti itu. Pada kenyataannya memang mereka mengucapkan kalimat itu di setiap shalatnya. Mereka mengucapkan kalimat itu mungkin lebih dari 17 kali. Merea berkata “ya tuhan, hanya kepada engkaulah kami menyembah.” Maksudnya ialah hanya kepada mu ya Allah kami menyembah, hanya kepadamu lah kami tunduk, hanya kepadamu lah kami berikhtiar, hanya kepadamu lah kami taat, dan hanya kepadamulah ya Allah kami berserah diri,dan hanya kepadamulah ya allah….kami tidak tunduk kecuali hanya pada peraturanmu.

Sesungguhnya para sahabat sekalian,  Mereka mengucapkan yang demikian itu dengan lisan mereka. Tapi ironisnya hati mereka tidak bercakap yang demikian itu. Dan itulah yang mungkin terjadi dalam diri kita sendiri, Realitanya di dunia ini yang sering kita hadapi ialah kita takut terhadap aturan – aturan yang dibuat manusia tidak berdasar pada aturan ALLAH, kita tunduk kepada manusia lain, bahkan seringkali kita bergetar bila menerima terror dari orang lain tentang PHK misalnya, atau pembunuhan atau mungkin dengan sanksi – sanksi tertentu.kita menjadikan yang demikian itu sebagai tuhan – tuhan yang kita patuhi, bahkan tak jarang kita merendahkan diri dan takut kepadanya. Sesungguhnya mereka – mereka itu, hawa nafsu mereka, syahwat mereka, harta mereka, dan perhiasan-perhiasan mereka yang ada di muka bumi ini adalah tuhan – tuhan selain ALLAH SWT .  meskipun demikian, lebih dari 17 kali mereka membaca surat Al-Fatihah tersebut dengan ayat 5 di dalamnya.

Sadarilah teman – teman, Suatu kata – kata yang sering terlontar dari mulut kita di setiap waktunya, tapi mungkin kita tidak menyadari hal tersebut , “iyyaka na’budu” hanya kepada engkaulah ya ALLAH kami menyembah, “wa iyyaka nas’tain” dan hanya kepadamulah ya ALLAH kami mohon pertolongan. Apa maksud kalimat tersebut? Bahwasanya kami ya ALLAH, jika tertimpa musibah, cobaan, sangat mengharap bantuanmu membutuhkan pertolangan, dan ketika kami lemah engkaulah yang kami harapkan ya ALLAH. Tetapi kita tidak bersaksi demikian, hanya lisan kita saja, tidak hati kita. Sesungguhnya jika kita ditimpa musibah, yang kita datangi adalah sesama kita, kita mengahadakan diri bukan pada ALLAH SWT. Tetapi pada seseorang yang kita anggap mampu membantu menyelesaikan masalah kita. Sesungguhnya sebelum menghadap ALLAH SWT  kita meyakini bahwa makhluk itu memiliki kemampuan untuk mendatangkan manfaat, dan juga keburukan. Ironisnya kita sama sekali lalai tuk kembali dan bersimpuh memohon pertolongan kepada ALLAH.

Inilah sahabat, rekan – rekan yang budiman, sebuah realita yang kontras antara permintaan dengan kenyataan. Marilah teman – teman sekalian, kita satukan hati dan lisan kita untuk mensinkronkan keduanya. Kita samakan antara permintaan kita dengan amalan kenyataan kita, karena yang terpenting dan esensi dari hidup ini bukanlah suatu perkataan, tetapi sebuah sikap atau aplikasi dari amalan tersebut.

mungkin kita memang sering membacanya……

Kenyataannya sebagian tidak mengucapkan yang seperti itu…. hanya lisan kita berkata seperti itu.

Tpi realita?? Tidak demikian, kita tunduk pda manusia yang tidak dasar kpada aturan allah. Kita takut terhadap terror manusia, kita menyerhakan diri pda mereka,, sesungguhnya hawa nafsu mereka adalah tuhan2 selain ALLAH.. meskipun demikian seharian penuh iyya kanak budu

Mksudnya…Makhluk itu bisa mendatangkan manfaat atau bahaya

Inilah sebuah realitas yang tidak kontras antara permintaan dan pemberian marilah kita samakan antara perkataan dan perbuatan karena hidup kita yang terpenting bukan perataan, tetapi amalan.

wallahu’alam bishawab….

sumber: inspirasi yang bemacam – macam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s