janganlah menyesali sebuah pilihan, sahabat..

“Ketika kau sudah memilih, konsistenlah. Karena dari situlah kunci kesuksesanmu bermula. Bila kau mudah menyerah dan surut langkah, maka jangan pernah bermimpi tuk menjadi sang juara” (voa-islam)

sebuah kutipan yang saya ambil dari sebuah website yang membuat saya mendadak menghentakkan diri ini sejenak dan merenung. tentang sebuah pilihan yang kadangkala menjadi sebuah dilematis dalam hidup ini, sebuah pilihan yang kadang menyita waktu untuk berpikir menentukan pilihan tersebut, sebuah pilihan… yang mungkin butuh pemikiran yang matang, karena dengan mengambil sebuah pilihan maka, kita pun harus mengambil sebuah atau bahkan lebih konsekuensi dari resiko yang ditimbulkan oleh pilihan kita itu.

ketahuilah sahabat, setiap pilihan itu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. mungkin kalau pun ada, hanya sedikit pilihan yang jelas menghadirkan sebuah kelebihan saja, atau bahkan keburukan saja. tapi yang menjadi pertanyaan, bagaimana kalau kita dihadapkan dengan pilihan yang sangat dilematis???

sahabat,, hidup itu adalah pilihan, setiap yang akan kita hadapi di depan mata kita pasti bersifat pilihan. apa lagi di masa muda ini. pastinya sering kali kita dihadapkan pada pilihan – pilihan yang sulit. pilihan yang sifatnya menentukan masa depan, bahkan juga pilihan yang sifatnya menentukan masalah perasaan dan hati.

sahabat, sadarilah bahwa setiap jalan yang kita ambil, setiap pilihan yang kita ambil, seharusnya kita sikapi dengan bijaksana. apapun yang menjadi bahan pertimbangan itu pastilah terbaik untuk kita, oleh karena hanya diri kita lah yang tentunya mengerti tentang kebutuhan diri kita sendiri. sahabat.. saat ini yang harus kita pahami adalah kita telah dewasa, setiap apapun yang kita pilih seharusnya dilatarbelakangi dengan kedewasaan pikiran, bahkan harus dilengkapi dengan kedewasaan hati. janganlah sifat kekanakan kita menjadikan hati kita sangat perasa dan tidak memahami arti sebuah kedewasaan.

usia remaja bukanlah usia plin – plan. bahkan,, dalam islam pun tidak mengenal istilah remaja. yang ada hanya anak – anak dan dewasa. perbedaan keduanya hanya ditandai dengan tanda – tanda akil baligh bagi wanita dan juga pria.  sahabat, hidup tak selamanya mulus, sekalipun diawal kita telah menetapkan pilihan yang sekiranya pilihan yang terbaik, namun tidak menutup kemungkinan di dalam pilihan itu maka perjalanan hidup kita akan mulus. semua ada proses yang secara sunatullah harus kita lewati. cobaan yang kita rasakan ditengah pilihan yang kita ambil ibarat batu kerikil yang menghalangi perjalanan kita menuju tujuan masa depan kita. jangan menyerah sahabat. karena biar bagaimanapun yang namanya batu kerikil itu ukurannya kecil. yang perlu kita lakukan hanyalah berhati – hati dalam melangkah, bukan terkesan menyesali pilihan kita apa lagi mundur dari langkah kita tersebut.  jiwamu yang besar pasti akan mampu melewati kerikil – kerikil kecil itu sahabat. teruslah berlari di jalur cita – citamu. dan yang terpenting janganlah kita terkesan cengeng. coba bayangkan ketika kita telah berlari sangat kencang menggapai cita – cita kita, tapi ketika kaki kita tersandung dengan kerikil tersebut, kita justru mundur. silahkan pikirkan dalam – dalam sahabat, dan tanamkanlah sifat tahan banting dalam hati kita. supaya jalan apapun yang kita pilih, dan sebesar apapun cobaan yang menghantam tubuh kita, kita tetap berlari dan istiqomah.

sahabat, mari menjadi seorang yang berjiwa besar dengan mengokohkan hati kita di jalan yang telah kita pilih. fokuslah terhadap cita – cita semula seolah semua akan berjalan dengan lancar dan akan berlalu sehingga kita bergegas dalam melangkah. sakit sedikit dalm perjalanan ini adalah bumbu penyedap ke arah proses pendewasaan.

yakinlah sahabat, akan ada masanya ketika kita mengenang dan mungkin menertawakan saat – saat kita dihadapkan dengan kerikil kecil tadi tapi seolah – olah kita beranggapan kerikil kecil tadi sebesar gunung yang datang menimpa diri kita. tanamkan keyakinan diri dan keteguhan hati bahwa kita “PASTI BISA”. karena jika bukan kita yang menyemangati diri kita, maka siapa lagi??

saat inipun adalah pilihan sahabat. jika saat ini kita dihadapkan pada pilihan. silahkan memilih, apakah kita ingin berada di satu titik nadir terendah hidup kita nantinya dan meratapi saat – saat ini yang akan menjadi masa lalu. atau justru kita ingin menikmati dan mengenang dengan wajah penuh senyuman yang sumringah yang kan kita kenang di masa mendatang.

sebagaimana kutipan kata – kata di awal tadi, “bila kau mudah menyerah dan surut langkah, maka janganlah bermimpi menjadi juara”.

untuk sahabat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s