segumpal daging itu bernama “HATI”

bismillahirrahmanirrahim,

sahabat,, pernahkah terlintas dlam pikiran kita tentang sumber dari segala kebaikan dan keburukan yang pernah kita hadirkan? pernahkah terbesit dalam relung kita sesunguhnya bersumber dari mana sifat empati, simpati, dan bahkan sifat yang bengis sekalipun?

ketahuilah sahabat bahwa sesungguhnya seluruh aktifitas manusia bersumber dari hatinya, bila hatinya bersih, maka baiklah pula aktifitasnya, tapi bila hati itu kotor, rusak dan pekat, maka aktifitasnya pun jauh dari kata “baik”.

sahabat, sesungguhnya dalam diri manusia itu ada segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad, bila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad, dan segumpal daging tersebut bernama “HATI”. (HR,bukhari)

ketahuilah sahabat, hati ini dapat menjadi baik bila terbebas dari kesombongan dan terhiasi dengan ketawadhuan. terbebas dari sesuatu yang ketika kta melakukannya kita merasa bahwa kita telah dikaruniai kesempatan yang lebih di banding yang lainnya, terbebas dari prasangka ketika kita melakukan suatu kebaikan yang pada akhirnya menghasilkan kebaikan kita berpikir bahwa jika kita tidak melakukannya mungkin jalinan cerita ini mungkin tak begini. dan  terhiasi bahwa ketika kita bisa berbagi kepada saudara kita, maka kita merasa sungguh indahnya dekapan ukhuwah yang tercipta dari kerendahan hati ini.

suatu saat Abu Usman An Naishaburi berkata, orang yang tidak memiliki akhlaq tawadhu, berarti masih menyimpan kesombongan dalam hatinya, siapa yang masih menyimpan kesombongan dalam hatinya, maka akan sulit menerima nasihat dari orang lain, siapa yang tidak bisa menerima nasihat orang lain, maka tertutuplah pintu – pintu kebaikan untuknya, dan bila pintu – pintu kebaikan telah tertutup bagi seseorang, maka nerakalah tempatnya.

Allah SWT juga berfirman dalam surat Al A’raf ayat 146 yang artinya “akan aku palingkan dari tanda – tanda kekuasaanku orang – orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. kalaupun mereka melihat suatu tanda kekuasaanku mereka tetap tidak akan beriman kepadanya.  dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak akan menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat – ayat kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.” Inilah ayat yang menggambarkan sesungguhnya Alah hanya akan menerima orang – orang yang baik, dan sesungguhnya Allah Swt hanya akan menerima amalan – amalan yang tanpa sedikitpun ada rasa kesombongan dalam hatinya.

ketahuilah sahabatku, orang yang sombong disini semata – mata bukan hanya orang yang hanya membanggakan hartanya, orang yang membanggakan kedudukannya, bkan hanya orang yang membanggakan ketampanan dan kecantikannya, tetapi orang yang sombong dalam kaca mata Allah Swt ialah orang yang tidak mau membacakan ayat2 Allah, orang yng tidak mau mendengar ungkapan indah ayat2 Allah swt, sementara hatinya tidak digunakan untuk merespon dan memahami kebenaran yang bersumber dari Allah swt. inilah sahabat jenis kesombongan yang mungkin sering kita lupa dan khilaf dalam mengarungi surga Illahi ini. yang sering ketika khilaf ini menghampiri, kita tidak tersadar akan hinggapnya hal ini dalam hati kita.

sahabatku, Rasululah Saw pernah berkata bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya seberat dzarrah terdapat kesombongan.

sesungguhnya Allah itu indah sahabat, dan mencintai keindahan. orang yang sombong menurut Rasulullah SAW adalah mereka yang menolak kebenaran dari Allah dan meremehkan manusia lainnya. karena biasanya sahabat, ketika seorang yang sombong ini mendapatkan sesuatu yang mungkin tidak orang lain dapatkan, ia akan berkata bahwa dirinya yang paling beruntung diantara yang lain, dirinya yang paling berada diantara yang lain, dirinyalah yang merasa “paling” diantara yang lain..

sesungguhnya sahabat, orang yang sombong itu bukanlah ingin memperlihatkan apa yang didapatinya, bukan ingin memperlihatkan apa yang dimilikinya, melainkan, tanpa ia sadari ia memperlihatkan betapa lemah dirinya di hadapan Allah Swt.

semoga Allah senantiasa menjadikan diri kita orang yang selalu memiliki sifat tawadhu (rendah hati). karena sifat inilah yang sesungguhnya menjadi niai dari setiap kemanusiaan.

wallahu alam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s