Reshuffle Kabinet : Perbaikan Kinerja atau Hanya Untuk Pencitraan

Wacana reshuffle kabinet Indonesia Bersatu Jilid II kembali lagi menguak. Bahkan Belakangan ini, wacana perombakan kabinet menjadi sangat santer terdengar, hal ini pun pada akhirnya menimbulkan spekulasi beberapa pihak. Dari mulai pihak yang mendukung reshuffle ini demi perbaikan kinerja menjelang tahun ke-2 di periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai kepada pihak yang hanya menganggap Reshuffle ini tidak lebih hanya sebatas wacana saja atau hanya merupakan upaya pencitraan saja.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwasanya dalam konsep presidensiil, reshuffle adalah hak seorang presiden karena para menteri dipilih dan ditunjuk langsung oleh presiden. Penjelasan tersebut seperti dalam UUD 1945 bahwa menteri – menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh presiden . Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah apakah reshuffle kabinet kali ini mengandung maksud untuk perbaikan kinerja yang Notabenenya bersamaan dengan dikeluarkannya hasil survey Lembaga Survey Indonesia yang mengatakan bahwa kepercayaan public terhadap pemerintahan SBY – Boediono telah mengalami kemerosotan dan salah satu solusinya haruslah diadakan perombakan atau Reshuffle kabinet . Hal ini menjadi pertanyaan besar sebenarnya antara korelasi merosotnya kepercayaan public denganReshufle kabinet. Jika memang reshuffle diadakan hanya karena dikeluarkannya survey tersebut apakah itu tidak sama sebagai upaya penggalangan pencitraan. Mengapa harus menunggu hasil survey terlebih dahulu?, bukankah kementerian – kementerian yang disebutkan akan menjadi “korban” reshuffle ini sudah diasumsikan sejak lama tidak berjalan secara efektif.

Bahkan, usulan untuk reshuffle ini juga datang dari Parlemen Indonesia, Ketua DPR, Marzuki alie dan wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun mengatakan bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk dilakukannya evaluasi kebinet mengingat tanggal 20 ktober nanti sebagai 2 tahun kepemimpinan SBY jilid 2 ini .

Jika dilihat dari esensinya saat ini, kami selaku mahasiswa menganggap bahwa wacana reshuffle ini membuktikan bahwa presiden SBY tidak mampu menangani para menteri – menterinya sendiri. Meskipun secara teori seorang presiden dimungkinkan untuk melakukan reshuffle menterinya, namun hal itu bukan menjadi hal yang lumrah bagi sebuah konsep presidensil. Hal itu dikarenakan dari awal para menteri sdah dpilih langsung oleh Presiden sendiri. Maka menjadi pertanyaan mengapa di tengah – tengah kepemimpinan diadakan reshuffle? Apakah dari awal presiden merasa tertekan dengan kontrak – kontrak politiknya yang notabenenya kepemimpinan SBY didukung partai – partai besar dan tergabung dalam setgab dan pastinya tarik ulur kepentingannya sangatlah besar sehingga mempengaruhi hak – hak prerogatifnya sehingga diperlukan adanya reshuffle sekalipun ada pihak – pihak yang menganggap bahwa reshuffle ini pun bisa jadi merupakan keinginan dari pihak – pihak tertentu.
Apa lagi ini juga bisa dijadikan momentum untuk pencitraan pihak – pihak yang akan bermain nanti di pesta demokrasi rakyat Indonesia pada tahun 2014 nanti.

Semoga jikalau reshuffle ini benar – benar terjadi hal ini merupakan murni keinginan presiden guna untuk memerbaiki kinerjanya dan bukan merupakan tekanan pihak manapun . Dan juga reshuffle ini merupakan good faith (itikad baik) dari presiden dan bukan untuk menjadikannya sebagai sarana yang semata – mata hanya untuk pencitraan semata.
HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s