Dari R.A Kartini, oleh Kartini Masa Kini, dan Untuk Kartini Masa Depan

Hari ini, tanggal 21 April 2012 indonesia kembali memperingati Hari Kartini. Sudah menjadi suatu kebiasaan pada setiap tanggal 21 April Hari Kartini senantiasa diperingati. Banyak cara memang untuk memperingati Hari kartini tersebut. Ada yang mungkin memperingati dengan mengenakan pakaian – pakaian adat dan melakukan pawai berjalan keliling daerah, biasanya hal ini dilakukan oleh adik – adik TK dan sekolah dasar, atau mungkin ada dengan cara – cara yang unik. Di Jakarta ada yang memperingati Hari Kartini dengan cara bersepeda, tidak hanya bersepeda biasa saja, melainkan mereka sekitar 10 orang wanita bersepeda mengarungi jalur pantura. Persisnya dari Jakarta menuju Jepara yang berjarak 605 km. Di Riau, Sindikat Kartunis Riau (Sikari) mengajak warga Kota Pekanbaru untuk memperingati Hari Kartini pada tahun ini dengan cara yang unik, yakni dengan mengkartunkan “Kartini” di kertas sepanjang 30 meter. selain dengan cara unik tersebut, ada juga yang memperingati Hari Kartini ini hanya dengan cara memasang status di media sosial yang menyatakan “selamat hari kartini!”. Apapun dan Bagaimanapun caranya tidak ada yang salah, tidak ada yang salah dengan cara orang memperingatinya masing – masing. karena tidak menjadi persoalan bagaimana cara kita memperingati pahlawan nasional, justru yang menjadi persoalan adalah apakah kita yang memperingati hal tersebut benar – benar memaknai esensi dari pada cara yang kita gunakan untuk memperingati Hari Kartini tersebut.

Kita tahu bahwa Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh wanita dijamannya yang memang benar – benar memikirkan nasib bangsa Indonesia pada umumnya, dan juga nasib wanita Indonesia pada khususnya. Semangat seorang Kartini merupakan manifestasi wanita – wanita Indonesia mengambil perannya dalam hal kemajuan bangsa. Dengan semangatnya di masa lalu, manfaatny masih dapat dirasakan oleh wanita – wanita Indonesia saat ini. semangat supaya kaum wanita mendapat pendidikan yang layak, semangat supaya kaum wanita untuk mendapat perlakuan yang adil, dan semangat supaya kaum wanita mendapat tempat yang mungkin sejajar dengan kaum lelaki meski Kartini tidak pernah bermaksud menempatkan kedudukan kaum wanita sebagai saiangan dari pada kaum lelaki dalam perjuangan hidupnya. Sebagaimana dalam salah satu tulisannya kartini menyataka,

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2274292-kartini-dan-perjuangannya/#ixzz1sdN0pvc7

Jika kita perhatikan dengan seksama, semangat Kartini bukan karena untuk meninggikan kaum wanita melebihi kaum lelaki karena ia menyadari fitrahnya. melainkan hanya ingin disetarakan kedudukan wanita disamping kedudukan kaum lelaki. Kartini menyadari pentingnya seorang wanita dalam keluarga sebagai pendidik pertama dalam mencetak generasi bangsa masa depan. Karena yang namanya pelajaran moral dan agama, pintu masuknya tidak lain hanya berada di dalam lingkungan keluarga, tentunya wanita harus bisa mengambil perannya disana.

 

Namun, berbicara wanita masa kini kita tidak bisa secara monolisme memandang perannya. Banyak peran yang bisa dimasuki oleh kaum wanita di era saat in. Di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang notabenenya sebagai era demokrasi ini, peran wanita dalam hal berkontribusi terbuka lebar, baik berkontribusi bagi keluarganya ataupun bagi masa depan bangsanya. Kita tahu saat ini di tataran pemuda saja, banyak pemudi wanita yang memang memiliki tingkat eksistensi yang tinggi, kita tahu internet merketer terkenal indonesia yang sudah diakui dunia, dia merintis bisnisnya dari bawah samapai dengan saat ini, dialah yang bernama Anne Ahirra. Kita juga tahu seorang Sri Mulyani Indrawati mantan Menteri Keuangan indonesia, terlepas dari polemik permasalahan neolib atau tidaknya Sri Mulyani namun namanya sudah diakui dunia karena saat ini beliau berkantor di IMF.  Di tataran dunia internasional, kita tahu siapa Hillary Clinton, seorang menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang masuk d kabinet Barrack Obama. Di Asia kita mengenal nama Yingluck Shinawatra, seorang perdana menteri wanita asal Thailand yang merupakan adik dari mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Atau kita tahu seorang pejuang wanita yang memperjuangkan hak bangsanya, pernah menjadi tahanan rumah oleh junta militer yang berkuasa di negaranya, ia juga Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan perdamaian Nobel karena berjuang mempromosikan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Dialah yang bernama Aung San Suu Kyi yang saat ini partainya mengklaim memenangi pemilu parlemen di myanmar baru – baru ini.

 

Dari beberapa contoh tokoh wanita Indonesia dan dunia diatas, jelas memperlihatkan kemajuan suatu bangsa tidak serta merta terlepas dari peran kaum wanitanya. Bahkan, dimulai dari pemilu 2004 terdahulu, pintu kaum wanita untuk lebih berperan sudah mulai dibuka dengan di jaminnya keberadaan kaum wanita di parlemen. Artinya, seiring dengan waktu dan zaman, perjuangan R.A kartini dahulu masih berdampak besar bagi keberadaan kaum wanita untuk dapat lebih berkontribusi. Hanya tinggal sejauh mana kaum wanita masa kini benar – benar menempatkan perannya dengan tepat dan tidak salah langkah ideologis, mengaku mewarisi ideologis Kartini tapi tidak paham esensi dari Perjuangan Kartini dalam membuat kedudukan wanita memperoleh haknya sama dengan kaum lelaki tanpa harus menjadikan kaum lelaki sebagai saingannya. kesetaraan bukan berarti dalam segala aspek kehidupan, namun dalam hal seperti layaknya hak memperoleh informasi ataupun pendidikan yang layak saya cukup sepakat. Karena tetap ada hal – hal yang secara kodrat yang melekat pada diri seorang wanita harus tetap terjaga sebagaimana dalam kutipan Kartini diatas. Semoga Harapan dan Cita Kartini di masa lalu dapat terus melekat dalam jiwa Kartini – Kartini masa kini, dan tentunya Kartini masa kini juga berkontribusi bagi terbentuknya Kartini – Kartini cilik yang mungkin akan mengambil perannya menjadi Kartini masa depan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s