Palestina dan Status Barunya Menurut Hukum Internasional

Palestina memiliki status baru dan diakuinya sebagai sebuah negara yang berdaulat pada tanggal 29 November 2012 kemarin. Palestina diakui sebagai sebuah negara dalam sidang Majelis Umum (MU) PBB di New York lewat mekanisme voting. Status Palestina yang meningkat dari sebuah Badan Pengamat Non Anggota PBB menjadi Negara pengamat Non Anggota PBB. Artinya dari sebuah badan yang kemudian diakui menjadi sebuah negara menjadikan Palestina hari ini memiliki posisi tawar yang bagus didunia Internasional dalam menentukan nasibnya.  Dalam Sidang MU PBB tersebut, Palestina memperoleh 138 suara dukungan termasuk didalamnya Indonesia, 9 negara menolak status Palestina termasuk didalamnya Amerika Serikat dan tentunya Israel,  Kanada, Republik Ceko, Panama, Kep Marshall, Mikronesia, Nauru & Palau, dan 41 negara anggota lainnya memilih untuk Abstain.

Palestina yang selama ini bertahan hidup dibawah bayang – bayang pendudukan Israel, meskipun mendapat banyak rintangan yang besar, rakyat Palestina telah membangun dan memiliki kemampuan untuk berperan sebagai sebuah negara dan untuk diakui oleh dunia Internasional. Maka bagi saya keputusan yang dihasilkan oleh PBB dalam sidang Majelis Umumnya sudah tepat mengingat selama ini usaha – usaha yang dilakukan oleh Palestina selalu mendapat sandungan dari salah satu negara anggota tetap Dewan keamanan (sebut saja AS). Keputusan yang dihasilkan untuk meningkatkan keanggotaan Palestina sebagai negara non anggota juga merupakan nilai filosofis dari UN Charter  yang ingin menghapuskan penjajahan dari muka bumi ini dengan menyeleseikan segala sengketanya dengan cara – cara yang damai dan menghindari tindakan kekerasan dan perang. Setiap warga Palestina tentunya memiliki hak – hak sipil dan politik yang tercantum dalam International Covenant on Civil and Political Right (ICCPR) untuk dapat mempertahankan hidup dengan damai, damai dan sejahtera.

Dengan ditingkatkannya status Palestina sebagai negara non anggota, maka Palestina memiliki posisi tawar yang lbih baik saat ini. Pengesahan ini juga menjadi simbol politik yang sangat penting dalam diplomasi, bahwa tidak selamanya dominasi negara adidaya dapat mendominasi peran diplomasi yang sudah mulai gerah dengan kondisi yang terjadi di Palestina. Meskipun hingga keputusan ditetapkan, baik AS dan juga Israel tetap bersikeras tidak menerima Palestina di PBBDengan statusnya sekarang, maka Palestina memiliki level diplomatik yang sama dengan Vatikan. Selain itu, Palestina memiliki akses untuk berhubungan dengan organisasi – organisasi Internasional seperti UNICEF, mahkamah internasional, dan juga yang lainnya. Artinya Palestina dapat menjadi anggota dari organisasi Internasional yang dapat menentukan nasibnya baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Palestina dengan statusnya sekarang juga dapat mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Pidana Internasional untuk memutuskan Israel sebagai penjahat Internasional atas pendudukan yang dilakukannya kepada Palestina. Hal tersebut dikarenakan Palestina sudah menjadi Subjek Hukum Internasional yang hak dan kewajibannya dijamin oleh Hukum Internasional.

 

palestina-pbb121129c

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s