Pancasila (Masih) Pemersatu Bangsa

Pancasila-Garuda-Pancasila-jpeg.image_

Pancasila adalah suatu faham filsafat yang juga dikenal sebagai philosophical way of thinking. Dalam struktur hukum di Indonesia, Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum yang artinya segala perundang – undangan di negara Indonesia ini harus berdasarkan dan mengacu kepada Pancasila. Jika dikaitkan dengan teori Hans Kelsen, Pancasila merupakan Grund Norm atau norma dasar dari struktur hukum. Oleh karena itu sebagai suatu dasar filosofi, Pancasila memegang peranan penting dalam pembentukan mental dan character building bangsa Indonesia, baik yang dilakukan dalam suatu unit besar dalam lingkup bangsa dan negara sampai dalam satuan unit terkecil seperti keluarga hingga masyarakat.

Perlu diketahui bahwa istilah Pancasila ini telah ada sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Pancasila ini diusulkan oleh Soekarno untuk menjadi dasar negara Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI () yang kemudian diterima dan disahkan oleh PPKI () pada tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan dengan disahkannya UUD 1945. Disepakati bahwa Pancasila terdiri dari 5 sila yang sama – sama telah kita ketahui bersama yang masing – masing memiliki hakikat  yang berlaku.

1.    Hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama merupakan hal yang paling berdasar dalam hal berbeda agama. Hal ini juga melahirkan toleransi antar umat beragama. Sila ini pada dasarnya menegaskan bahwa dasar dari Republik Indonesia adalah berdasarkan monotheisme, bukan politheisme. Dalam konstitusi bangsa Indonesia juga hal ini dijamin dalam pasal 29 ayat 1 Undang – Undang Dasar 1945.

2.    Hakikat Kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila ini sebagai dasar negara yang mengandung pengertian bahwa baik rakyat maupun pemerintah wajib mendasarkan segala tindakan – tindakannya atas dasar oleh dan ditunjukkan untuk menegakkan nilai – nilai kemanusiaan yang luhur dan dengan menjaga moral yang luhur pula sehingga membentuk karakter bangsa Indonesia yang berkeadilan dan beradab.

3.    Hakikat Persatuan Indonesia

Sila ini menegaskan bahwa persatuan bangsa Indonesia harus diletakkan sebagai tujuan bangsa. Negara Indonesia harus menganut konsep negara persatuan, oleh karena itu bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Kemerdekaan negara indonesia harus diisi oleh segenap lapisan rakyat sehingga tidak lagi bergantung pada pihak asing, sehingga cita dan tujuan negara Indonesia adalah untuk segenap lapisan rakyat.

4.    Hakikat Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Khitmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila ini menuntun kita atas kesadaran bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar dalam kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu konsep perwakilan yang disinergikan dengan konsep musyawarah diyakini dapat mengakomodir gagasan – gagasan bangsa yang datang dari segala penjuru daerah untuk lebih efektif dan juga efisien dalam memfasilitasi segenap rakyat yang ingin membangun bangsa ini.

5.    Hakikat Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Bangsa ini dapat terbebas dari penjajahan setelah bangsa ini mampu menjadikan jiwa nasionalisme diatas hal – hal primoldialisme yang pernah mengakibatkan bangsa ini tidak bersatu, sehingga lahirnya bangsa Indonesia merupakan jaminan atas kepentingan segenap rakyat, bukan kepentingan kelompok. Jadi, dasar keadilan sosial merupakan hak untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di era globalisasi ini, sebagai sebuah bangsa yang mandiri kita dituntut untuk dapat bertahan ditengah ancaman globalisasi yang ada baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung yang tanpa kita sadari dapat mendangkalkan idealisme kita sebagai suatu bangsa yang berlandaskan Pancasila. Permasalahan yang harus dicarikan solusinya adalah bagaimana supaya Pancasila tetap bisa diamalkan karena konsep Pancasila pada dasarnya adalah konsep pemersatu bangsa. Diantara perbedaan agama, suku dan budaya, bahkan sampai perbedaan dalam hal berpendapat, Pancasila sudah memiliki peranan dan solusi untuk tetap menjaga bangsa ini tetap bersatu diatas kehidupan yang diwarnai semangat globalisasi dan juga multikultural seperti saat ini. Mengamalkan Pancasila berarti menyelamatkan, mempertahankan dan menegakan Pancasila itu sendiri supaya tidak diubah, dihapus, atau diganti dengan semangat lain yang dapat memecah belah bangsa ini. Mengamalkan Pancasila berarti pada hakikatnya mengamankan kesatuan negara karena Pancasila dibangun dengan semangat persatuan dan semangat kemerdekaan.

Mengamalkan Pancasila berarti kita berupaya untuk menghancurkan sekat – sekat kecil yang kita sebut dengan perbedaan. Hal ini dikarenakan Pancasila memiliki solusi atas perbedaan – perbedaan yang ada dan bersifat fundamental di Indonesia ini. Dalam menjawab perbedaan agama yang dalam hal ini merupakan hal yang sensitif bagi bangsa ini, Pancasila memiliki konsep yang kita sebut dengan konsep toleransi beragama, dimana tiap warga negara dijamin UUD 1945 untuk menganut agama dan melaksanakan ibadahnya sesuai dengan perintah agamanya masing – masing. Kemudian dalam menjawab perbedaan suku dan budaya di Indonesia yang kaya akan suku dan budayanya yang beragam, Pancasila memiliki konsep yang kita kenal dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti meski berbeda – beda tapi tetap satu jua. Semangat semboyan tersebut mengesampingkan rasa primoldialisme dan menempatkan kepentingan nasional diatas kepentingan golongan sehingga bangsa ini tidak dibuat pecah karena persoalan perbedaan suku. Kemudian dalam menjawab persoalan perbedaan berpendapat, bangsa ini sadar atas sumber daya manusia yang kaya akan gagasan dan ide – ide nya, oleh karena itu Pancasila menawarkan konsep musyawarah yang mufakat, sebuah konsep yang menjadikan kepentingan bersama diatas kepentingan golongan dan atas kesadaran banwa setiap lini masyarakat memiliki hak untuk ikut serta dalam membangun bangsa Indonesia ini.

Dari konsep – konsep yang ada tersebut, Pancasila mampu menjawab tantangan globalisasi dan multikultalarisme yang ada di Indonesia. Karena hari ini, satu – satunya tantangan di Indonesia yang sangat fundamental menurut saya adalah tantangan yang kita sebut dengan perbedaan. Kita sadar bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang besar. Semakin besar sebuah bangsa maka akan semakin besar perbedaan yang timbul. Oleh karenanya Pancasila diharapkan dapat meminimalisir perbedaan yang ada dan dengan solusi – solusi yang ditawarkan dalam konsep Pancasila, diharapkan bangsa ini tidak lagi terpecah belah oleh karena adanya perbedaan, tidak lagi dibuat ribut oleh kepentingan kelompok antar yang satu dengan yang lainnya, karena sesungguhnya kita ada dalam lingkup kepentingan nasional atau kepentingan negara. Kalaulah setiap kelompok memiliki kepentingannya masing – masing untuk memajukan dan mensejahterakan kelompoknya masing – masing, maka ketika kita berbicara tentang Indonesia, marilah kita bicara atas dasar semangat Pancasila yang ada dalam idealisme kita, kita kolaborasikan kepentingan – kepentingan kelompok yang ada, untuk kita mencapai satu tujuan, yang kita sebut dengan PERSATUAN INDONESIA!!

lomba blog pusaka indonesia 2013
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s