SEJARAH

Keberadaan kita hari ini sebagai seorang pemuda, tidak lain adalah karena keberadaan kita pada masa – masa yang telah lalu yang kita sebut sebagai sejarah pribadi kita. Kita juga yakin bahwa eksistensi kita hari ini sebagai seorang pemuda, adalah karena hasil akumulasi dari perjuangan – perjuangan para pemuda yang ada di masa lalu. Karena sejatinya, mereka yang dahulu pernah muda, akan datang masanya menjadi tua, dan begitulah kehidupan yang terus berputar dan berjalan sehingga bisa kita sebut bahwa sejarah adalah merupakan saksi sebuah estafeta perjuangan.

Layaknya fase – fase yang akan kita jalani sebagai bagian dari tugas kita sebagai seorang pemuda, maka fase – fase kita yang telah lalu merupakan modal awal kita untuk melangkah ke fase berikutnya. Bagaimana tidak? Karena ketika kita bicara tentang sejarah, sejarah tidak serta merta tercorehkan hanya karena ada satu orang yang dengan sendirinya mengukir sebuah karya sehingga karya itu bisa dirasakan oleh generasi – generasi selanjutnya. Seorang yang menjadi pahlawan juga tidak dengan sendirinya dikenal oleh generasi – generasi setelahnya jika namanya tidak tercatat dalam lintasan sejarah.

Satu hal yang harus kita pahami, bahwa dalam upaya membentuk sejarah sehingga sejarah mengharumkan generasi muda adalah bahwa jangan pernah menyangka mereka yang tersejarahkan meraih prestasi – prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kata gagal. Kita belajar dari sejarah bahwa mereka – mereka yang namanya terukir dalam lintasan sejarah pernah mengalami pasang surut perjuangan, dan sejarah merekam perjuangan mereka semua.

Kita tahu bagaimana Muhammad Al-Fatih, seorang pemuda berusia 23 tahun yang menaklukan konstantinopel, pusat kekuasaan Imperium Romawi kala itu yang merupakan mimpi delapan abad dari kaum muslimin tidak serta merta meraih kemenangannya. Dia pernah gagal beberapa kali dalam melakukan serangannya, bahkan dia juga pernah gagal sebagai pemimpin negara ketika pada usia 16 tahun ayahnya menyerahkan kekuasaan kepadanya.

Dalam sejarah Amerika kita juga akan menemui perjuangan seorang Abraham Licoln, seorang yang gagal dalam bisnis pada tahun 1831 dan pada tahun 1833, gagal menjadi anggota kongres Amerika tahun 1843, gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855 dan pada tahun 1858, namun kemudian ia dilantik pada tahun 1860 menjadi presiden Amerika yang ke-16 dan menjadi seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.

Begitulah tekad mereka – mereka yang tersejarahkan sehingga mereka melampaui kegagalan, bahkan tekad mereka berlari lebih cepat dari kemampuan berpikir mereka. Mereka meyakini bahwa kehilangan sebuah ide itu tidak lebih berbahaya dari pada kehilangan sebuah tekad. Sejarah telah banyak memberikan kita pelajaran tentang bagaimana kita belajar mengenai sebuah tekad dari sejarah. Karena sejarah adalah madrasah bagi mereka – mereka yang ingin mengukir sebuah perjalanan dengan tinta yang kita sebut dengan tinta sejarah.

Kedua, adalah tentang semangat belajar yang harus dimiliki para pemuda untuk dapat mengukir sebuah sejarah. Sejarah tidak ditulis oleh satu orang, tapi sejarah ditulis karena akumulasi dari banyak orang. Mereka yang mampu menciptakan momentum sejarah adalah mereka yang menghampiri orang – orang untuk mendapatkan banyak nasihat sejarah. Kita harus sadar bahwa kita adalah orang yang berusaha memberikan sebuah kemanfaatan dari sejarah supaya sejarah dapat mengajarkan perjuangan kita saat ini kepada generasi – generasi selanjutnya karena waktu kita terbatas. Oleh karena itu kita juga harus sadar bahwa kita adalah manusia biasa dan kita harus juga sadar bahwa hakikat dari manusia adalah makhluk pembelajar.

Ketiga, karena kita yakin waktu kita terbatas, maka kita harus percaya pada waktu. Kita yakin setiap kejadian atau peristiwa punya waktunya masing – masing, begitupun kemenangan. Kemenangan pun ada waktunya, kita tidak tahu bagaimana waktu merahasiakan waktunya dari kita, tapi yang jelas kita harus berusaha menjadi bagian dari rahasia waktu itu. Bila kemenangan itu terjadi setelah waktu kita selesai maka paling tidak kita telah menjadi bagian dari proses kemenangan tersebut. itulah yang dimaksud dengan akumulasi perjuangan yang berujung kepada tersejarahkan.

Berangkat dari sejarah kita sebagai seorang pemuda, maka kita harus bersiap untuk mengambil bagian kita dalam membangun bangsa ini sehingga pada akhir nanti tercipta keyakinan bahwa kita berawal dari sejarah dan juga akan berakhir dengan sejarah yang terukir. ~ HSS ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s