Kembali (menulis)

Lama sudah tidak lagi menuangkan isi pikiran – pikiran yang ada dalam narasi tulisan di laman ini. Suatu diskursus antara kesibukan studi dan juga tersitanya pemikiran terhadap hal – hal lain yang membuat seolah – olah sedikit sulit untuk dapat mengalirkan ide – ide kembali dalam bentuk narasi tulisan. Bukan karena ketidakmampuan, melainkan ketidakinginan sedang menghinggapi.

Meskipun sebenarnya banyak yang ingin ditulis dan dishare dalam laman ini, tetapi sulitnya mengkonversikan ide – ide ke dalam bentuk narasi tadi. Mungkin bisa jadi adanya degradasi kualitas baik dalam hal semangat ataupun minat untuk menulis. Namun, ternyata setelah tidak terbiasa lagi untuk menulis seperti dulu (termasuk di media lain selain blog), hal itu dirasa mengikis kemampuan verbal saya terhadap fenomena – fenomena yang ada di masyarakat, bangsa, negara, ataupun dunia internasional. Oleh karena itu, ternyata menulis merupakan suatu bentuk latihan yang tidak harus kita tinggalkan sebenarnya, manakala kita termasuk tipe orang yang senang berpikir dan mengomentari fenomena yang terjadi disekitar kita.

Maka pantaslah mengapa pemimpin – pemimpin dan orang – orang besar masa lalu banyak membuat tulisan – tulisan baik seperti puisi, artikel, bahkan buku ataupun kitab. Selain karena untuk menyalurkan hasrat untuk terus berkontribusi lewat tulisan, juga untuk menuangkan gagasan – gagasan besar lewat tulisan. Lewat tulisan – tulisan tadilah mereka menyebarkan semangat idealisme yang populer dimasanya, lewat tulisan – tulisan tadi lah revolusi – revolusi terjadi hampir di setiap pojok dunia, dan lewat tulisan – tulisan tadi lah mereka mengabadikan gagasan sehingga gagasan mereka tidak terhenti hanya dalam satu generasi, melainkan lintas generasi. Kita tahu bagaimana karya seperti das capital, marxisme, contract social, pure theory of law, bahkan sampai dibawah bendera revolusi mampu menjadi karya yang dipelajari bahkan dikembangkan oleh manusia lintas generasi, menginspirasi para generasi – generasi pemuda yang tidak hanya dijamannya, tetapi juga di jaman – jaman sesudahnya.

Oleh karena itu, menulis merupakan manifestasi dari kumpulan gagasan yang harus dituangkan, karena bisa jadi dalam gagasan yang kita konversikan dalam bemtuk narasi tadi ada yang merupakan hak dari lingkungan sosial yang ada disekitar kita. Maka, ingin rasanya kembali aktif “bernarasi” dalam laman ini, semoga dapat mengembalikan hasrat untuk berkarya dalam tulisan, karena seorang retoris yang ulung itu juga didukung oleh keahliannya untuk pandai menyusun kata dalam bentu narasi. Mari kembali menulis!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s