Berpisah

Berpisah, sebuah kata yang mungkin tidak banyak orang yang ingin melaluinya,
Berpisah, sebuah fenomena dimana mungkin beberapa orang memilih mengekspresikannya dengan air mata
Berpisah, adalah kata yang menguatkan tali – tali antar hati agar tetap merekat menembus dimensi ruang dan waktu.
Berpisah, memberikan arti nikmatnya sebuah pertemuan
Berpisah, memberikan makna tentang pentingya sebuah hubungan
Berpisah, memberikan kita kesempatan untuk mengenal lebih dalam
karena berpisah itu.. janganlah menangis karenanya, tapi tersenyumlah karena pertemuan yang terjadi 🙂

Posted in Tak Berkategori.

Pengesahan #UUPT yang sangat Mulus

1. Kemarin #UUPT sdah disahkan. Pngesahan yg ckp brjlan mulus utk tingkat peraturan undang2 yg sbnernya berhbngan hajat hidup orng bnyak.

2. Dlam praktiknya UU ini sudah harus mulai dilaksanakan paling lambat 2 tahun sejak UU tsb resmi disahkan #UUPT

3. Dalam pengesahannya sluruh fraksi di DPR mnytakan setuju utk mngesahkan RUU ini. #UUPT

4. Meskipun demikian, #UUPT ini msh bnyak menuai kontroversi dan dpat dktakakan blm bsa dnilai ideal. Opini saya.

5. #UUPT ini berpeluang menimbulkan banyak gugatan karena UU ini belum sempat diuji publik, mungkin karena waktunya yg mepet.

6. yg saya bingung, knpa terkesan masih terburu2 disahkan disaat masih banyak kritik atas draft terbaru RUU PT kemarin, #UUPT

7. banyak permasalahan, diantaranya masih banyaknya peran Peraturan Menteri dlm bbrpa pengaturan #UUPT ini.

8. beberapa guru besar menilai hal ini sebagai kemunduran yang tidak memberi harapan pada peran dan kemajuan PT di masa depan #UUPT

9. bahkan, metode pembljrn, izin prodi, smpai pencabutan prodi diatur dengan peraturan menteri, #UUPT

10. Salah satu isu yg tidak kalah kontroversial dalam pembahasan #UUPT ini terkait otonomi perguruan tinggi.

11. pada pasal 62 ayat 1 dijelaskan bhwa PT mmiliki otonomi utk mngelola sndri lmbaganya sbgai pusat pnyelenggara Tridharma. #UUPT

12. Namun di pasal 62 ayat 4 dijelaskan bahwa pelaksanaan otonomi diatur dalam peraturan menteri. jadi aneh.. #UUPT

13. yang lebih aneh lagi, pada pasal 65 mnjelaskan bahwa pnyelenggaraan otonomi dpt diberikan scra selektif brdsrkan evaluasi menteri. #UUPT

14. jadi bagaimana mungkin dikatakan otonomi jika dievaluasi oleh menteri, jngan lupa bahwa menteri adalah jabatan politis. #UUPT

15. bahkan sampai dengan statuta PT saja ditetapkan dengan peraturan menteri dan peraturan pemerintah. #UUPT ini masih banyak tanta tanya.

16. intinya dalam hal otonomi ini, peran pemerintah bisa dikatakan masih sangat dominan dalam penyelenggaraan PT #UUPT

17. dengan disahkannya #UUPT ini mungkin membuat para dosen jga hati2.

18. karena dengan #UUPT ini, pemerintah berwenang mmndahkan dosen dari PT yang satu ke PT yang lain. *pasal 69 (2)

19. yang berikutnya masih terkait tentang saratnya liberisasi yang ada pada #UUPT ini.

20. liberalisasi yg dimaksud adalah ttg kerjasama internasional PT, #UUPT

21. pasal 90 #RUUPT mnetapkan Perguruan tinggi lembaga negara lain dpt mnylnggrkan Perguruan tinggi di wlyah NKRI

22. tekanan asing di bidang industri pendidikan, menjadikan Indonesia pangsa pasar empuk dan lahan bisnis baru di dunia pendidikan #RUUPT

23. Mereka bsa mmperluas usaha dengan membuka lahan bisnis baru bernama perguruan tinggi dan meyakini lahan ini sangat menguntungkan. #RUUPT

25. meskipun dalam pasal 90 terdengar manis, seperti harus berprinsip nirlaba, hrus mndukung kepentingan nasional #UUPT

26. namun permasalahannya, bargain Indonesia dihadapan investor sejauh ini masih terbilang cukup buruk, kita tahu bagaimana UU PMA, #UUPT

27. aneh apabila kemudian ada pasal sisipan yang memberikan peluang pada orang asing berinvestasi dengan mengatasnamakan pendidikan. #UUPT

28. #UUPT in trlalu mudah mmberikan akses bagi investor, krna hanya dngan memperoleh izin pemerintah, pemerintah = jabatan politis #UUPT

29. demikian sedikit analisis pribadi sy terkait dengan #UUPT ini. msih banyak yg harus dikritisi. perjalanannya seharusnya blm slesei dsini

30. oleh krena itu, mengapa kmrin pda saat pengesahannya trlihat bgitu lancar2 saja? #UUPT

31. namun meskipun begitu mungkin ada yang setuju dari bbrpa kalangan mhsswa dengan pengesahan #UUPT ini, saya katakan itu hak mereka.

32. tapi yg jelas, kedepan bnyak elemen mahasiswa lainnya ataupun LSM dll yg akan mengajukan Judicial Review #UUPT ini.

33. sy termasuk mhsiswa yg mendukung JR #UUPT ini. utk mahasiswa sya sarankan juga utk mendukung gerakan ini. krna pntingnya pendidikan. J

34. termasuk bagi pihak2 yg sblmnya sepakat ttg pengesahan #UUPT ini. silahkan dikaji lagi. terima kasih.

Posted in Tak Berkategori.

Idealisme seorang Pemuda

Banyak yang mengatakan bahwa keberlangsungan sebuah peradaban, keberlangsungan sebuah negara, keberlangsungan sebuah komunitas, tidak lain dan tidak bukan terletak di pundak para pemuda yang dipersiapkan dan dibekali untuk bisa menjadi generasi penerus dan penentu yang ada di puncak kepemimpinan sebuah peradaban, negara, ataupun komunitas.

Pemuda dalam sejarah selalu memiliki lahan peran yang sangat strategis, selalu menemukan momentum yang baik dan pandai menempatkan diri diantara para orang – orang tua. Kita tahu bagaimana perjuangan pemuda Indonesia dahulu dalam rangka mencapai dan mempertahankan kemerdekaan, Soekarno yang dengan retorikanya mampu membawa angin semangat untuk terus meningkatkan martabat bangsa, seorang Bung Syahrir yang di umurnya yang masih muda pernah menjadi perdana menteri Indonesia yang pertama kala Indonesia menganut sistem perlementer dulunya, seorang Muhammad Natsir, tokoh pemuda yang memiliki jiwa idiologi keislaman yang kuat namun menghargai perbedaan, idiologinya sampai membawa Natsir berada dalam masa politik dua rezim (Masa presiden Soekarno dan Soeharto). Ada juga tokoh pemuda di tahun 60’an, dialah seorang Soe hok Gie yang juga tokoh yang kritis terhadap pemerintahan di masanya, dengan semangat revolusionernya mampu memberikan dampak positif dengan menebarkan semangatnya kepada pemuda – pemuda masa itu, bahkan sampai masa kini. Masih banyak lagi tokoh – tokoh pemuda yang lain yang dengan perjuangannya sebagai bukti bahwa Pemuda pada dasarnya memegang peranan penting untuk keberlangsungan dan kemajuan sebuah peradaban, negara, ataupun komunitasnya.

Jika dahulu Karl Marx dengan semangat Marxismenya percaya pada gerakan – gerakan “kelas”, berbeda dengan Ortega Gasset yang mempercayai kaum muda sebagai agen – agen perubah. Artinya, gerakan – gerakan pemuda yang juga saya sebut sebagai gerakan kelas revolusioner memberikan sebuah cahaya dalam hal harapan bangsa yang lebih baik kedepannya. Semangat pemuda untuk merevitalisasi keadaan bangsa dan negara merupakan manifestasi sebuah bangsa berkembang yang dengan semangatnya, kedepan bangsa tersebut dapat mengambil perannya sebagai bangsa yang terpandang dan bermartabat tidak hanya dalam lingkup intern nasionalnya, tapi juga ekstern internasional.

Begitupun dengan bangsa Indonesia ini, dengan keadaan Sumber Daya Alam dan disokong dengan kapasitas Sumber Daya Manusianya sudah sepantasnya bangsa ini bangkit untuk kembali menunjukkan taringnya sebagai bangsa yang bermartabat. Tidak lagi disibukkan dengan masalah – masalah internal yang dapat menyebabkan bangsa ini makin tenggelam dalam lautan persaingan di tengah bangsa lainnya. Oleh karena itu, diharapkan peran pemuda sebagai motor bangsa dapat membawa bangsa ini ke tingkatan yang lebih baik. Pemuda sebagai manifestasi bangsa, merupakan sebuah takdir yang tidak dapat dielakkan lagi. Memutar terus roda kepemimpinan dan reformasi tentunya jelas memerlukan gebrakan semangat dan juga ide – ide cerdas untuk dapat mencapai sebuah hasil yang merupakan cita bangsa. Gambaran seperti itu hanya dapat ditemui pada diri seorang pemuda yang tentunya perduli terhadap keberlangsungan bangsa ini, bukan pemuda yang hanya memikirkan bagaimana menghabiskan masa mudanya dengan foya – foya, menjalani masa tua dengan kondisi keuangan yang melimpah ruah, dan berharap dengan matinya dia akan masuk surga nantinya. Mental seperti inilah yang menyebabkan para pemuda tidak lagi produktif. Menempatkan kepentingan hanya untuk dirinya dan tidak memperhatikan sebuah kondisi yang seharusnya dia bisa masuk ke dalam sistem pembangunan bangsa ini.

Pemuda harus memiliki idealisme negarawan.

Satu hal yang bisa dijadikan modal dasar bagi pemuda adalah dengan memiliki mental negarawan. Sadar diri untuk bisa mengambil perannya dalam hal memajukan bangsanya. Kuat dalam hal idealisme dan idiologisnya, namun tidak memaksakan kehendak dan menyadari perbedaan yang bersifat heterogenitas. Kuat dalam hal idiologis namun menyadari perbedaan bukan berarti pluralisme. Pluralisme jelas berbeda dengan makna tenggang rasa dimana tenggang rasa lebih mengedepankan semangat kebersamaan tanpa harus menggabungkan sebuah dualisme idiologi. Dengan menjadi seorang negarawan muda, maka dia secara tidak langsung akan berpikir futuristik, tidak hanya mengandalkan keilmuan diri saja, tapi juga mempertimbangkan sebuah kebiasaan masyarakat dan kearifan lokal yang ada. Karena jati diri seorang pemuda yang menjadi negarawan adalah bagaimana dia dapat bergaul dengan siapa saja, bersifat inklusif dan tidak eksklusif.

Pemuda harus memiliki idealisme yang revolusioner.

Revolusioner disini tidak hanya berarti harus merubah suatu sistem yang telah berjalan karena sistem tersbut tidak cocok untuk diaplikasikan, namun revolusioner disini juga dimaksudkan untuk meneruskan sebuah sistem yang sudah berjalan dengan disertai inovasi dan juga ide – ide besar untuk menyempurnakan sebuah sistem yang sudah ada supaya sistem tersebut menjadi lebih baik dan lebih hidup. Karena permasalahan revolusioner selama ini adalah ketika berganti generasi maka generasi yang baru biasanya meninggalkan sistem yang lama dan menggantinya 100 persen dengan sistem yang baru, padahal revolusi yang seperti itu jelas akan menjadi penghalang pembangunan bangsa.

Pemuda harus memiliki idealisme untuk mau belajar terus – menerus.

Semangat diri sebagai pemuda untuk terus belajar harus dibangun terus menerus. Karenanya kita sebagai pemuda harus sadar akan wawasan dan keilmuan yang mungkin belum seberapa. Bagaimana kita belajar untuk terus mengupgrade diri sendiri, bagaimana kita mau belajar dari orang lain yang mungkin kita anggap labih baik kapasitasnya dari pada kita, bagaimana kita juga mau menerima kritik dan saran yang membangun demi mencapai kapasitas diri yang lebih baik lagi. Percayalah bahwa saran dan kritik yang datang dari orang lain adalah bukti bahwa orang  – orang yang memberikan kritik dan saran tersbut telah berharap dan memberikan kepercayaan kepada kita untuk menjadi sebuah pemuda yang ideal menurut versi mereka. Tidak ada pendapat yang buruk apapun itu, yang ada hanyalah pribadi yang buruk karena tidak memiliki sikap dan sifat untuk mau mendengar.

Pemuda harus memiliki idealisme membangun.

Semangat pemuda untuk bisa menempatkan bangsa dengan martabat yang tinggi haruslah disertai suatu proyek peradaban. Proyek peradaban disini adalah bagaimana para pemuda punya keinginan untuk mau membangun bangsanya dengan konsep yang sustainable. Bukan hanya berpikir masa kini, tapi membuat proyek – proyek masa depan yang akan diteruskan oleh pemuda – pemuda masa depan. Pemuda masa kini memiliki peran penting untuk membangun sikap kritis dan sikap membangun untuk pemuda – pemuda masa depan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pemuda – pemuda masa lalu untuk pemuda masa kini. Rantai kepemudaan tidak boleh terputus begitu saja ditangan suatu generasi. Generasi yang meninggalkan generasi lemah dibelakangnya adalah generasi yang gagal karena tidak meneruskan sebuah pembangunan peradaban. Proyek – proyek yang mandek dan tidak lagi berjalan karena kurangnya kesempatan bagi generasi masa depan merupakan modal awal tenggelamnya suatu bangsa. Oleh karenanya seorang pemuda harus benar – benar berpikir ke depan, dan jauh demi menjaga keberlangsungan semangat peradaban.

Pemuda harus memiliki idealisme kepemimpinan.

Jika seorang pemuda telah memiliki idealisme – idealisme diatas maka sampailah saatnya para pemuda memiliki idealisme untuk berani memimpin. Berbicara masalah kepemimpinan maka kita berbicara mengenai lahan politis. Pernah Mohammad hatta menyampaikan pertanyaan yang retoris, “mengapa pemuda – pemuda indonesia atau mahasiswa indonesia banyak ikut aktif berpolitik?”, kemudian ia jawab sendiri, “Kalau mahasiswa Belanda, Perancis, dan Inggris menikmati sepenuhnya usia muda yang serba menggembirakan, pemuda Indonesia harus mempersiapkan diri untuk suatu tugas yang menuntut syarat-syarat lain. Tidak ada jalan lain yang sudah siap dirintis baginya; tidak ada lowongan pekerjaan yang sudah disiapkan baginya. Sebaliknya dia harus membangun mulai dari bawah, di tengah-tengah suasana yang serba sukar, di tengah-tengah pertarungan yang penuh dendam dan kebencian. Perjuangan kemerdekaan yang berat membayang di depannya, membuat dia menjadi orang yang cepat tua dan serius untuk usianya.” Dari pernyataan bung Hatta diatas dapat kita ketahui bahwa bangsa indonesia ini tidak lahir dari sebuah keniscayaan, tapi bangsa ini lahir dan akan menjadi besar karena perjuangan rakyatnya dan kemauan rakyatnya untuk mau menjadi lebih baik lagi. Itulah mengapa jika diperhatikan pemuda – pemuda ataupun mahasiswa Indonesia harus mengambil perannya dalam hal kepemimpinan. Karena sebuah mimpi dan harapan yang menjadi cita bangsa hanya akan dapat dicapai lewat kepemimpinan. Suatu hal yang naif bila kita hanya dapat meneriakkan teriakan – teriakan kritis kita terhadap pemerintahan namun kita tidak berani mengambil peran untuk memimpin. Memang pada dasarnya di Indonesia saat ini, banyak orang yang mengincar posisi pimpinan karena alasan kekayaan dan juga status sosial. Tapi hal – hal semaca itu bukanlah idealisme kepemimpinan. Idealisme kepemimpinan lahir atas dasar membangun keresahan bersama, menjadikan keresahan tadi sebagai dasar pemikiran untuk menjadi pemimpin dengan dalil merubah keresahan tersebut menjadi sebuah keharmonisan. Idealisme kepemimpinan tidak terletak pada jabatan pimpinan. Idealisme kepemimpinan dibangun atas dasar gotong royong bersama, membangun sebuah rencana dan menjadikan tim tersebut sebagai pendobrak peradaban dan kemajuan bangsa. Sehingga kesadaran akan pentingnya kepemimpinan yang dijalankan oleh working group tadi dapat terlepas dari belenggu ego dan juga ambisi untuk menduduki kursi kepemimpinan.

menggagas makna #Hardiknas

22. dmikian tweet tntng makna #hardiknas bgi sya… pndpt pribadi yg mngkin bsa berbagi.. hhe
21. mnmpatkan kapan harus memberi contoh, kapan hrus mmberi semangat, kapan pula hrus mmberi dorongan, Selamat #hardiknas 2 mei 2012 🙂
20. Smoga dngan momentum #hardiknas ini, kita dapat menempatkan diri,
19. dibelakang mmberi dorongan, pndidikan sbg penopang moral rakyat, krna pendidikan adalh bgmna mmbngun karakter dn moral bangsa #hardiknas
18. ditengah memberi semangat, maksudnya bagaimana pendidikan bisa mnjdi model acuan yg strategis bgi aspek2 kehidupan yg lain #hardiknas
17. ddepan mmberi contoh maksudnya adalah bagaimana peran pendidikan dapat menjadi trendsetter bagi kemjuan bangsa, #hardiknas
16. ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wri hndyani Di dpn mmbri cntoh, ditngah mmbri smngt, diblkng mmbr drongan #hardiknas
15.Sbgaimna yg dktkan bpk pnddikan nsional Ki Hadjar Dewantoro ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani #hardiknas
14.Mnyiapkan iron stock masa dpan bngsa yg akn mmbawa penyelesaian permasalahan bngsa kni, dng smangat kebersamaan dan kepedulian #hardiknas
13. dalih yg dmaksud, bhwa pendidikan merupakan sebuah proses yang menyiapkan pemimpin – pemimpin bangsa masa depan #hardiknas
12.bagaimana kita para anak didik bangsa, memikirkan solusi – solusi bangsa yang lainnya dengan dalih, #hardiknas
11. Slusi utk kmisknan,kkerasan,hkum,bgmna pran pnddikan dpt mjd alat rekayasa sosial yg mmbwa masy ke arah tjuan bngsa n negara. #hardiknas
10.Dengan pendidikan pula, semestinya para generasi penerus bangsa mulai benar – benar memikirkan solusi ideal bangsa ini. #hardiknas
9. Dengan pendidikan seharusnya indonesia dapat lebih baik dibanding saat ini #hardiknas
8. semangat kebangkitan untuk melepas belenggu kebodohan krna rakyat pribumi tdk dpat merasakan pendidikan pada saat itu #hardiknas
7.Kita tahu Ki Hadjar Dewantoro mendirikan taman siswa dengan semangat kebangkitan, #hardiknas
6.Potret pendidikan di indonesia, scara sbjektif sya brpndapat masih memihak pada kalangan – kalangan tertentu, belum menyeluruh #hardiknas
6.dengan dibentuknya perguruan taman siswa, tapi apakah pendidikan di Indonesia saat ini sudah dapat dikatakan baik? #hardiknas
5.Tepatnya kurang lebih 90 tahun yg lalu semangat untuk menjadi bangsa yang bermartabat #hardiknas
4.Ironisnya, momen yg dpringati dsetiap thunnya ini tdk dbarengi dgn mningktnya kualitas pendidikan Indonesia secara keseluruhan #hardiknas
4. harga diri bangsa yg dimaksud adalah mningkatkan dngn sbuah alat yg namanya pendidikan #hardiknas
3.Dari sisi filosofinya #hardiknas mrupkan sbuah mmentum bngktnya prgrakan utk mningktkan traf harga diri bngsa
2.Sbuah hri dmn jk dilhat dri sisi historisnya mrupakan bngkitnya prgrakan intelektual bangsa indonesia lwt gerakan taman siswa #hardiknas
1. #Hardiknas merupakan suatu momen yang selalu diperingati setiap tahunnya.

Dari R.A Kartini, oleh Kartini Masa Kini, dan Untuk Kartini Masa Depan

Hari ini, tanggal 21 April 2012 indonesia kembali memperingati Hari Kartini. Sudah menjadi suatu kebiasaan pada setiap tanggal 21 April Hari Kartini senantiasa diperingati. Banyak cara memang untuk memperingati Hari kartini tersebut. Ada yang mungkin memperingati dengan mengenakan pakaian – pakaian adat dan melakukan pawai berjalan keliling daerah, biasanya hal ini dilakukan oleh adik – adik TK dan sekolah dasar, atau mungkin ada dengan cara – cara yang unik. Di Jakarta ada yang memperingati Hari Kartini dengan cara bersepeda, tidak hanya bersepeda biasa saja, melainkan mereka sekitar 10 orang wanita bersepeda mengarungi jalur pantura. Persisnya dari Jakarta menuju Jepara yang berjarak 605 km. Di Riau, Sindikat Kartunis Riau (Sikari) mengajak warga Kota Pekanbaru untuk memperingati Hari Kartini pada tahun ini dengan cara yang unik, yakni dengan mengkartunkan “Kartini” di kertas sepanjang 30 meter. selain dengan cara unik tersebut, ada juga yang memperingati Hari Kartini ini hanya dengan cara memasang status di media sosial yang menyatakan “selamat hari kartini!”. Apapun dan Bagaimanapun caranya tidak ada yang salah, tidak ada yang salah dengan cara orang memperingatinya masing – masing. karena tidak menjadi persoalan bagaimana cara kita memperingati pahlawan nasional, justru yang menjadi persoalan adalah apakah kita yang memperingati hal tersebut benar – benar memaknai esensi dari pada cara yang kita gunakan untuk memperingati Hari Kartini tersebut.

Kita tahu bahwa Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh wanita dijamannya yang memang benar – benar memikirkan nasib bangsa Indonesia pada umumnya, dan juga nasib wanita Indonesia pada khususnya. Semangat seorang Kartini merupakan manifestasi wanita – wanita Indonesia mengambil perannya dalam hal kemajuan bangsa. Dengan semangatnya di masa lalu, manfaatny masih dapat dirasakan oleh wanita – wanita Indonesia saat ini. semangat supaya kaum wanita mendapat pendidikan yang layak, semangat supaya kaum wanita untuk mendapat perlakuan yang adil, dan semangat supaya kaum wanita mendapat tempat yang mungkin sejajar dengan kaum lelaki meski Kartini tidak pernah bermaksud menempatkan kedudukan kaum wanita sebagai saiangan dari pada kaum lelaki dalam perjuangan hidupnya. Sebagaimana dalam salah satu tulisannya kartini menyataka,

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/theory-criticism/2274292-kartini-dan-perjuangannya/#ixzz1sdN0pvc7

Jika kita perhatikan dengan seksama, semangat Kartini bukan karena untuk meninggikan kaum wanita melebihi kaum lelaki karena ia menyadari fitrahnya. melainkan hanya ingin disetarakan kedudukan wanita disamping kedudukan kaum lelaki. Kartini menyadari pentingnya seorang wanita dalam keluarga sebagai pendidik pertama dalam mencetak generasi bangsa masa depan. Karena yang namanya pelajaran moral dan agama, pintu masuknya tidak lain hanya berada di dalam lingkungan keluarga, tentunya wanita harus bisa mengambil perannya disana.

 

Namun, berbicara wanita masa kini kita tidak bisa secara monolisme memandang perannya. Banyak peran yang bisa dimasuki oleh kaum wanita di era saat in. Di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang notabenenya sebagai era demokrasi ini, peran wanita dalam hal berkontribusi terbuka lebar, baik berkontribusi bagi keluarganya ataupun bagi masa depan bangsanya. Kita tahu saat ini di tataran pemuda saja, banyak pemudi wanita yang memang memiliki tingkat eksistensi yang tinggi, kita tahu internet merketer terkenal indonesia yang sudah diakui dunia, dia merintis bisnisnya dari bawah samapai dengan saat ini, dialah yang bernama Anne Ahirra. Kita juga tahu seorang Sri Mulyani Indrawati mantan Menteri Keuangan indonesia, terlepas dari polemik permasalahan neolib atau tidaknya Sri Mulyani namun namanya sudah diakui dunia karena saat ini beliau berkantor di IMF.  Di tataran dunia internasional, kita tahu siapa Hillary Clinton, seorang menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang masuk d kabinet Barrack Obama. Di Asia kita mengenal nama Yingluck Shinawatra, seorang perdana menteri wanita asal Thailand yang merupakan adik dari mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Atau kita tahu seorang pejuang wanita yang memperjuangkan hak bangsanya, pernah menjadi tahanan rumah oleh junta militer yang berkuasa di negaranya, ia juga Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan perdamaian Nobel karena berjuang mempromosikan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer. Dialah yang bernama Aung San Suu Kyi yang saat ini partainya mengklaim memenangi pemilu parlemen di myanmar baru – baru ini.

 

Dari beberapa contoh tokoh wanita Indonesia dan dunia diatas, jelas memperlihatkan kemajuan suatu bangsa tidak serta merta terlepas dari peran kaum wanitanya. Bahkan, dimulai dari pemilu 2004 terdahulu, pintu kaum wanita untuk lebih berperan sudah mulai dibuka dengan di jaminnya keberadaan kaum wanita di parlemen. Artinya, seiring dengan waktu dan zaman, perjuangan R.A kartini dahulu masih berdampak besar bagi keberadaan kaum wanita untuk dapat lebih berkontribusi. Hanya tinggal sejauh mana kaum wanita masa kini benar – benar menempatkan perannya dengan tepat dan tidak salah langkah ideologis, mengaku mewarisi ideologis Kartini tapi tidak paham esensi dari Perjuangan Kartini dalam membuat kedudukan wanita memperoleh haknya sama dengan kaum lelaki tanpa harus menjadikan kaum lelaki sebagai saingannya. kesetaraan bukan berarti dalam segala aspek kehidupan, namun dalam hal seperti layaknya hak memperoleh informasi ataupun pendidikan yang layak saya cukup sepakat. Karena tetap ada hal – hal yang secara kodrat yang melekat pada diri seorang wanita harus tetap terjaga sebagaimana dalam kutipan Kartini diatas. Semoga Harapan dan Cita Kartini di masa lalu dapat terus melekat dalam jiwa Kartini – Kartini masa kini, dan tentunya Kartini masa kini juga berkontribusi bagi terbentuknya Kartini – Kartini cilik yang mungkin akan mengambil perannya menjadi Kartini masa depan.

 

Reshuffle Kabinet : Perbaikan Kinerja atau Hanya Untuk Pencitraan

Wacana reshuffle kabinet Indonesia Bersatu Jilid II kembali lagi menguak. Bahkan Belakangan ini, wacana perombakan kabinet menjadi sangat santer terdengar, hal ini pun pada akhirnya menimbulkan spekulasi beberapa pihak. Dari mulai pihak yang mendukung reshuffle ini demi perbaikan kinerja menjelang tahun ke-2 di periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai kepada pihak yang hanya menganggap Reshuffle ini tidak lebih hanya sebatas wacana saja atau hanya merupakan upaya pencitraan saja.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwasanya dalam konsep presidensiil, reshuffle adalah hak seorang presiden karena para menteri dipilih dan ditunjuk langsung oleh presiden. Penjelasan tersebut seperti dalam UUD 1945 bahwa menteri – menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh presiden . Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah apakah reshuffle kabinet kali ini mengandung maksud untuk perbaikan kinerja yang Notabenenya bersamaan dengan dikeluarkannya hasil survey Lembaga Survey Indonesia yang mengatakan bahwa kepercayaan public terhadap pemerintahan SBY – Boediono telah mengalami kemerosotan dan salah satu solusinya haruslah diadakan perombakan atau Reshuffle kabinet . Hal ini menjadi pertanyaan besar sebenarnya antara korelasi merosotnya kepercayaan public denganReshufle kabinet. Jika memang reshuffle diadakan hanya karena dikeluarkannya survey tersebut apakah itu tidak sama sebagai upaya penggalangan pencitraan. Mengapa harus menunggu hasil survey terlebih dahulu?, bukankah kementerian – kementerian yang disebutkan akan menjadi “korban” reshuffle ini sudah diasumsikan sejak lama tidak berjalan secara efektif.

Bahkan, usulan untuk reshuffle ini juga datang dari Parlemen Indonesia, Ketua DPR, Marzuki alie dan wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun mengatakan bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk dilakukannya evaluasi kebinet mengingat tanggal 20 ktober nanti sebagai 2 tahun kepemimpinan SBY jilid 2 ini .

Jika dilihat dari esensinya saat ini, kami selaku mahasiswa menganggap bahwa wacana reshuffle ini membuktikan bahwa presiden SBY tidak mampu menangani para menteri – menterinya sendiri. Meskipun secara teori seorang presiden dimungkinkan untuk melakukan reshuffle menterinya, namun hal itu bukan menjadi hal yang lumrah bagi sebuah konsep presidensil. Hal itu dikarenakan dari awal para menteri sdah dpilih langsung oleh Presiden sendiri. Maka menjadi pertanyaan mengapa di tengah – tengah kepemimpinan diadakan reshuffle? Apakah dari awal presiden merasa tertekan dengan kontrak – kontrak politiknya yang notabenenya kepemimpinan SBY didukung partai – partai besar dan tergabung dalam setgab dan pastinya tarik ulur kepentingannya sangatlah besar sehingga mempengaruhi hak – hak prerogatifnya sehingga diperlukan adanya reshuffle sekalipun ada pihak – pihak yang menganggap bahwa reshuffle ini pun bisa jadi merupakan keinginan dari pihak – pihak tertentu.
Apa lagi ini juga bisa dijadikan momentum untuk pencitraan pihak – pihak yang akan bermain nanti di pesta demokrasi rakyat Indonesia pada tahun 2014 nanti.

Semoga jikalau reshuffle ini benar – benar terjadi hal ini merupakan murni keinginan presiden guna untuk memerbaiki kinerjanya dan bukan merupakan tekanan pihak manapun . Dan juga reshuffle ini merupakan good faith (itikad baik) dari presiden dan bukan untuk menjadikannya sebagai sarana yang semata – mata hanya untuk pencitraan semata.
HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Posted in Tak Berkategori.

Resume Buku Risalah Pergerakan Dakwah (1) – Bab Dakwah kami

berikut resume atau ringkasan tentang buku Risalah Pergerakan Dakwah (1) tentang Bab Dakwah kami,

semoga bermanfaat……..

DAKWAH KAMI

KETERUS-TERANGAN

Kami ingin berterus-terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang.
KESUCIAN

Kami membawa misi dakwah yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Ia terus berlalu menapaki jalan panjang kebenaran yang telah digariskan Allah SWT.

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.Yang kami harap hanyalah pahala dari Allah SWT.

KASIH SAYANG

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan.

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Sungguh, kami berbuat di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat kami tak akan pernah menjadi musuh kalian.

SEMUA KEUTAMAAN HANYALAH MILIK ALLAH

Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan, maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. Kami hanya percaya pada firman Allah SWT: Qs Al Hujurat 49:17

Kami hanya ingin umat ini menyaksikan sendiri, adakah sesuatu dalam hati ini selain kecintaan yang tulus, rasa kasih sayang yang dalam, serta kesungguhan kerja guna mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi mereka? Adakah sesuatu dalam hati ini selain lara dan perih atas musibah yang menimpa mereka?

Namun biarlah, cukup bagi kami keyakinan bahwa Allah SWT mengetahui itu semua. Hanya Dia-lah yang menanggung kami dengan dukungan-Nya dan mengiringi kami dengan bimbingan-Nya dalam langkah-langkah kami. Di tangan-Nya-lah berada semua kunci dan kendali hati manusia. Cukuplah Dia bagi kami. Dia-lah sebaik-baik tempat bergantung.

MELEBUR

Umat Islam harus mengetahui bahwa beban dakwah ini hanya dapat dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya, baik waktu, kesehatan, harta, bahkan darah.

QS At Taubah 9:24

Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap: TOTALITAS. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang yang duduk-duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi yang lebih baik dan sanggup memikul beban dakwah ini.

QS Al Maidah 5:54

KEJELASAN

Kami mengajak manusia kepada suatu ideologi. Ideologi yang jelas, definitif, dan aksiomatik. Sebuah ideologi yang mereka semua telah mengenalnya, beriman kepadanya, dan percaya akan kebenarannya. Mereka juga tahu bahwa ideologi itu merupakan jalan menuju pembebasan, kebahagiaan, dan ketenangan dalam kehidupan ini. Sebuah ideologi yang telah dibuktikan oleh pengalaman dan disaksikan oleh sejarah akan keabadian dan kelaikannya dalam menata dan menyejahterakan kehidupan manusia.

ISLAM KAMI

Dengarlah wahai saudaraku!

Dakwah kami adalah dakwah yang hanya dapat dilukiskan secara integral oleh kata “Islamiyah”. Kata ini mempunyai makna yang sangat luas, tidak sebagaimana yang dipahami secara sempit oleh sebagian orang. Kami meyakini bahwa Islam adalah sebuah sistem nilai yang komprehensif, mencakup seluruh dimensi kehidupan. Dia memberi petunjuk bagi kehidupan manusia dalam semua aspeknya, dan menggariskan formulasi sistemik yang akurat tentang hal itu. Ia sanggup memberi solusi atas berbagai masalah vital dan kebutuhan akan berbagai tatanan untuk mengangkat harkat kehidupan manusia.

Kami memahami Islam secara integral, mencakup dimensi kehidupan dunia dan akhirat. Ini bukanlah klaim yang kami buat-buat. Tetapi memang itulah yang kami pahami dari Kitab Allah dan hasil napak tilas kami kepada generasi terdahulu Islam. Dakwah kami memang islamiyah, dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Pahamilah apa saja yang ingin Anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman kepada Kitab Allah (sumber dasar Islam), Sunnah Rasulullah SAW (penjelasan dari kitab tersebut), dan sirah salafus shalih (jalan hidup pendahulu yang shalih), sebagai contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam.

SIKAP KAMI TERHADAP BERBAGAI ISME

Bagi kami, berbagai Isme yang kini merajalela, yang telah mencentang – perenangkan hati dan mengacaubalaukan pikiran, haruslah dilihat dengan perspektif dakwah kami. Dakwah kami bersifat universal dan integral. Tidak ada sisi baik yang ada pada sebuah isme melainkan ia pasti ada juga pada dakwah kami dan kami menyeru kepadanya.

NASIONALISME

Banyak orang terpesona dengan seruan Nasionalisme, khususnya di kalangan masyarakat negeri timur. Bangsa timur menganggap bahwa barat melecehkan keberadaan, merendahkan martabat, dan merampas kemerdekaan mereka. Itulah yang menyebabkan mereka berusaha membebaskan diri dari cengkraman Barat dengan segala daya, keuletan, ketegaran, dan kekuatan yang dimilikinya dalam rentang perjuangan yang demikian panjang. Nasionalisme menjadi tidak indah manakala anda mengatakan kepada mereka (bangsa timur) yang notabenenya mayoritas muslim, karena mereka menganggap bahwa islam berada di satu sisi, sementara prinsp Nasionalisme yang mereka yakini ada di sisi lain yang berseberangan antara keduanya.      Sebagian dari mereka justru menganggap bahwa seruan kepada islam akan memecah belah persatuan bangsa dan melemahkan ikatan antar warganya.

Pemahaman yang salah ini tentu saja berbahaya bagi bangsa – bangsa timur ditinjau dari sisi manapun. Itulah sebabnya saya ingin menjelaskan sikap ikhwanul muslimin terhadap nasionalisme. Suatu sikap yang telah mereka ridhoi bagi diri – diri mereka, dan mereka berusaha membuat orang lain meridhoinya sebagai sikap yang sama denga mereka.

NASIONALISME KERINDUAN

Jika yang dimaksud dengan Nasionalisme oleh para penyerunya adalah cinta tanah air, kepihakan padanya dan kerinduan yang terus menggebu terhadapnya, maka hal itu sebenarnya sudah tertanam dalam fitrah manusia. Lebih dari itu Islam juga menganjurkan yang demikian.

NASIONALISME KEHORMATAN DAN KEBEBASAN

Jika yang dimaksud dengan Nasionalisme adalah keharsan berjuang membebaskan tanah air dari cengkraman imperialism, menanamkan makna kehormatan dan kebebasan dalam jiwa putera – putera bangsa, maka kami pun sepakat tentang itu.

QS: An-Nisa’:141

NASIONALISME KEMASYARAKATAN

Jika yang dimaksud dengan nasionalisme adalah memperkuat ikatan kekeluargaan antara anggota masyarakat atau warga Negara serta menunjukan kepada mereka cara – cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama, maka disini pun kami sepakat dengan mereka.

NASIONALISME PEMBEBASAN

Jika yang dimaksud dengan Nasionalisme adalah membebaskan negeri – negeri lain dan menguasai dunia, maka itupun telah diwajibkan oleh islam. Islam bahkan mengarahkan para pasukan pembebas untuk melakukan pembebasan yang paling berbekas.

NASIONALISME KEPARTAIAN

Jika yang mereka maksudkan dengan nasionalisme itu adalah memilah umat menjadi kelompok – kelompok yang saling bermusuhan dan berseteru satu sama lain, mengikuti system nilai buatan manusia yang diformulasikan sedemikian rupa untuk memenuhi ambisi pribadi sementara musuh mengeksploitasi masyarakat untuk kepentingan mereka dan berusaha untuk terus menyalakan api permusuhan sehingga umat berpecah belah dalam kebenaran dan hanya bias bersatu dalam kebatilan, maka itu pasti adalah nasionalisme palsu yang tidak akan membawa secuil pun kebaikan, baik bagi penyerunya maupun bagi masyarakat luas.

BATASAN NASIONALISME KAMI

Batasan nasionalisme bagi kami ditentukan oleh ikatan aqidah, sementara pada mereka (kaum nasionalis fanatik) batasan paham itu ditentukan oleh teritorial wilayah negara dan batas-batas geografis. Bagi kami, setiap jengkal tanah di bumi ini, di mana di atasnya ada seorang Muslim yang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallah”, maka itulah tanah air kami. Kami wajib menghormati kemuliaannya dan siap berjuang dengan tulus demi kebaikannya. Setiap muslim -dalam wilayah geografi yang manapun- adalah saudara dan keluarga kami. Kami turut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan kepentingan-kepentingan mereka. Kami menginginkan kekuatan dan kemaslahatan untuk semua bangsa-bangsa Muslim.

 

 

TUJUAN NASIONALISME KAMI

Kami percaya, bahwa di leher setiap Muslim tergantung amanah besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya Islam. Setiap Muslim harus mengangkat bendera Islam setinggi-tingginya di setiap belahan bumi, bukan untuk mendapatkan harta, popularitas dan kekuasaan atau menjajah bangsa lain, tapi semata-mata untuk memperoleh ridho Allah SWT dan memakmurkan dunia dengan bimbingan agamanya.

PERSATUAN

Sesungguhnya Islam –sebagai agama persatuan dan persamaan- telah menjamin kekuatan ikatan (persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai aliran dan agama) itu selama masyarakat tetap tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Lihatlah firman Allah SWT:

QS Al Mumtahanah 60:8

Kami seiring sejalan dalam mencintai segala kebaikan bagi tanah air dan berjuang untuk membebaskannya, dan membangun serta memajukannya. Kami mendukung semua pihak yang bekerja untuk itu semua dengan tulus. Lebih dari itu, kami juga ingin agar Anda tahu, kalau cita-cita besar mereka hanya membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah dan mengembalikan kehormatannya, maka itu hanyalah sepotong jalan dari cita-cita besar yang diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. Karena setelah tahapan itu, kami masih harus berjuang menegakkan bendera tanah air Islam itu setinggi-tingginya di setiap belahan bumi. Agar bendera Al Qur’an berkibar megah di seluruh penjuru dunia.

IKATAN AQIDAH

Ikhwanul Muslimin memandang manusia –dalam kaitannya dengan sikap mereka terhadap fikrah Ikhwan- terbagi mejadi dua golongan.

Ada golongan manusia yang meyakini apa yang kami yakini. Yaitu beriman kepada Allah SWT dan kitab-Nya serta beriman kepada Rasulullah SAW dengan segenap ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka itu, kami diikat oleh sebuah ikatan yang suci dan luhur, yakni ikatan aqidah.

Bagi kami, ikatan ini jauh lebih suci dari ikatan darah dan tanah air. Mereka adalah kaum yang paling dekat dengan kami, yang setiap saat kami rindukan dan karenanya kami bekerja dan berjuang membela mereka, menebus kehormatan mereka dengan darah dan harta, di belahan bumi mana pun mereka berada dan dari keturunan apa pun mereka berasal.

Ada lagi golongan manusia di mana ikatan aqidah tidak mengikat kami dengan mereka. Namun kami tetap berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kami. Kami menginginkan kebaikan bagi mereka selama mereka tidak memusuhi kami. Kami percaya bahwa di antara kami tetap ada satu ikatan, yaitu ikatan dakwah.

Kami harus mengajak mereka kepada misi yang kami emban, karena ini merupakan kebaikan bagi seluruh manusia. Dan dalam melakukan dakwah, kami harus mengikuti metode dan saran yang telah dijelaskan oleh Islam sendiri. Maka siapa di antara mereka yang menzhalimi kami, niscaya kami akan membalas kezhaliman mereka dengan seutama-utamanya cara untuk membalas kezhaliman orang-orang zhalim. Jika Anda mendengar itu dari kitab Allah SWT, maka dengarkanlah yang berikut ini:

 

QS Al Hujurat 49:10

QS Al Mumtahanah 60:8-9

Saya berharap bahwa Anda telah mengetahui kepada siapa Ikhwanul Muslimin berpihak dan ke mana pula dia mengajak.

 

HARAPAN DAN PERASAAN

Saya ingin Anda tahu bahwa kami benar-benar tidak putus asa terhadap diri kami. Bahkan kami berharap akan memberi banyak kebaikan. Kami percaya bahwa tabir yang memisahkan antara kami dan keberhasilan hanyalah keputusasaan. Jika harapan itu kuat dalam diri kita, maka dengan izin Allah SWT, kita akan mencapai banyak kebaikan.

Ayat-ayat Allah SWT dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang pendidikan dan pembangunan umat menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, semua itu telah mengajak kami untuk senantiasa memiliki harapan yang besar, dan menunjukkan kepada kami jalan lurus menuju kebangkitan. Andaikan kaum Muslimin mau mempelajari hakikat ini, tentulah mereka dapat memahaminya. Lihatlah –misalnya- firman Allah SWT berikut ini:

QS Al Qashash 28:1-6

Dengan kehendak-Nya, Ia akan memenangkan orang-orang yang tertindas, lalu seketika itu juga, fondasi kebatilan akan runtuh, dan kebenaran segera tertegak gagah dengan pilar-pilarnya yang perkasa. Para pendukung kebenaran saat itu tampil sebagai pemenang. Setalah ayat-ayat semacam ini, takkan ada lagi alasan untuk pesimis dan putus asa bagi umat Islam yang percaya kepada Allah SWT dan kitab-Nya.

Saudaraku, karena hal-hal semacam inilah Ikhwanul Muslimin tidak pernah pesimis dan putus asa dari mengharap pertolongan Allah, betapa pun banyak rintangan. Dan dengan berbekal harapan itulah, kami bekerja dengan penuh kesungguhan. Hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan.

Tentang modal dasar untuk pencapaian tujuan, Ikhwanul Muslimin berpusat pada 3 hal, yaitu:

Manhaj yang benar,

yaitu Al Qur’an, Sunnah dan hukum-hukum Islam (sebagaimana ketika ia dipahami pertama kali oleh kaum muslimin dengan bersih, segar dan jauh dari penetrasi paham-paham lain)

Pendukung yang beriman,

itulah sebabnya Ikhwanul Muslimin selalu berusaha menerapkan Islam yang telah mereka ketahui untuk diri mereka, dengan penuh kesungguhan dan penuh keseriusan.

Pemimpin yang kuat dan terpercaya

Anggota yang selalu taat kepada pemimpin mereka, dan di bawah pemimpin mereka itu mereka bekerja

Saudaraku, itulah gambaran umum tentang dakwah kami yang ingin saya sampaikan kepadamu. Dan saya yakin, Andalah Yusuf dari mimpi-mimpi ini. Jika Anda setuju dengan kami, maka marilah kita saling berjabat tangan dan berjanji setia untuk bekerja sama di jalan ini.

Allah Maha besar

Bagi Allah segala puji